Sabtu, 01 November 2014

diks forensik

3.4       File system and Sistem Operasi
Hampir semua OS juga menyediakan file system, karena file system adalah bagian integral dari semua OS. Tugas nyata dari OS microcomputer generasi awal hanyalah berupa manajemen file. Beberapa OS masa kini memiliki komponen terpisah untuk menangani file system yang dulunya disebut Disk Operating System (DOS) ini. Dalam beberapa mikrokomputer, DOS diload secara terpisah dari bagian OS yang lain.

Karena itulah, diperlukan interface antara user dan file system yang disediakan oleh software dalam Sistem Operasi. Interface ini dapat berupa textual seprti Unix Shell atau grafis seperti file browser. Jika berupa grafis, seringkali digunakan metafora seperti folder, isi dokumen, file dan direktori folder.


3.4.1    File system flat
Dalam sebuah file system flat, tidak ada subdirektori – semua file disimpan pada level media yang sama (root), misal hard disk, floppy disk, dll. Sistem ini menjadi tidak efisien ketika jumlah file bertambah banyak, dan karenanya sulit bagi user untuk mengorganisir data ke dalam grup-grup.

3.4.2    File system dalam platform Sistem Operasi Unix-like
Sistem Operasi Unix-like membuat file system virtual, yang membuat semua file pada semua media tampak berada pada susatu hirarki tunggal. Hal ini berarti, dalam sistem tersebut,ada satu direktori /root, dan setiap file yang ada pada sistem diletakkan di bawah direktori tersebut.. Lebih jauh lagi, direktori /root tidak harus berada dalam suatu media fisik.  D­­­­­­­irektori tersebut bisa jadi tidak ada di Hard Drive bahkan mungkin tidak berada di komputer Anda. OS Unix-Like dapat menggunakan sumber daya dari jaringan sebagai direktori /root-nya. 

·         International Organization for Standardization (ISO) 9660 dan Joliet ISO 9660 filesistem biasanya digunakan pada CD-ROM. Filesistem CD-ROM yang popular lainnya adalah Joliet, suatu varian ISO9660. ISO 9660 mendukung panjang nama file sampai 32 karakter, sedangkan Joliet mendukung sampai 64 karakter. Joliet juga mendukung karakter Unicode di dalam pemberian nama file.
·         Universal Disk Format ( UDF). UDF adalah filesistem yang digunakan untuk DVD dan juga digunakan untuk beberapa CD.

Sistem Unix-like memberikan nama kepada tiap media, tapi hal ini bukanlah cara bagaimana file dalam media tersebut diakses. Untuk mendapatkan akses ke file di media lain, Anda pertama kali harus memberitahu OS di direktori mana file tersebut akan tampil. Proses ini disebut dengan mounting sebuah file system. Sebagai contoh, untuk mengakses file pada CD-ROM, user harus memberitahu OS “ambil file system dari CD-ROM ini dan tampilkan pada direktori ini dan ini”. Direktori yang diberikan ke OS disebut sebagai mountpoint, yang bisa berupa, misalnya /media. Direktori /media ada pada kebanyakan Sistem Unix dan ditujukan khusus untuk dipakai sebagai mount point untuk media removable seperti CD, DVD, dan floppy disk. Umumnya, hanya administrator aau pengguna root dapat melakukan aksi mounting file system ini. OS Unix-like seringkali sudah memiliki software dan tools yang menangani proses mounting dan menyediakan fungsi baru. Strategi ini disebut dengan “auto-mounting”, seperti yang tercermin dalam tujuannya.

·         Dalam banyak situasi, file system selain root diharuskan tersedia segera setelah OS telah boot. Karena itu, semua Sistem Unix-like menyediakan fasilitas untuk me-mount file system pada saat booting. Administrator menyebut file system ini
·         Dalam beberapa situasi, tidak perlu me-mount beberapa file system pada saat boot, meskipun mungkin dibutuhkan setelahnya
·         Media removable telah menjadi hal yang umum dengan platform mikrokomputer. Removable media ini mengijinkan program dan data untuk ditransfer antar mesin tanpa koneksi fisik. Misalnya USB flash drive, CD-RM, dan DVD. Hal ini menyebabkan dikembangkannya perangkat untuk mendeteksi keberadaan suatu medium dan ketersediaan mount-point serta me-mount media tersebut tanpa intervensi dari user.
·         Sistem Unix-like yang lebih maju juga telah mengenalkan konsep yang disebut supermounting. Contohnya, sebuah floppy disk yang telah di-supermount dapat dicopot secara fisik dari sistem. Dalam keadaan normal, disk harus sudah disinkronkan dan kemudian di-unmount sebelum dicopot. Sinkronisasi yang diperlukan sudah terjadi, disk yang berbeda dapat disisipkan ke dalam drive. Sistem secara otomatis mengetahui bahwa disk telah dirubah dan mengupdate isi mount point untuk mengindikasikan medium baru. Fungsi serupa ditemukan pada mesin Windows standar
·         Inovasi serupa yang dipilih oleh beberapa pengguna adalah menggunakan autofs, sistem yang tidak membutuhkan perintah mount manual. Perbedaannya dengan supermount adalah media di-mount secara transparan ketika permintaan ke file system dibuat. Cara ini sesuai untuk file system pada server jaringan.


3.4.2.1 File system dalam platform Linux
Linux mendukung banyak file system yang berbeda, tapi pilihan yang umum untuk sistem di antaranya adalah keluarga ext* (seperti ext2 dan ext3), XFS, JFS dan ReiserFS 4.2.2
·         Hierarchical File System (HFS). HFS didukung secara langsung oleh Mac OS. HFS sebagian besar digunakan di dalam versi lama Mac OS tetapi masih didukung dalam versi lebih baru. Ukuran volume maksimum HFS di Mac OS 6 dan 7 adalah 2 GB. Ukuran volume maksimum HFS dalam Mac OS 7.5 adalah  4 GB. Mac O 7.5.2 dan sistem operasi Mac yang terbaru meningkatkan ukuran volume maksimum HFSmenjadi2TB
·         HFS Plus. HFS Plus didukung secara langsung oleh Mac OS 8.1 dan versi selanjutnya dan ia merupakan sebuah filesistem berjurnal di Mac OS X. HFS Plus adalah penerus HFS dan memberikan banyak peningkatan seperti mendukung nama file yang panjang dan nama file Unicode untuk penamaan file internasional. Ukuran volume maksimum HFS Plus adalah 2 TB.

File system dalam platform Mac OS X MacOS X menggunakan file system HFS Plus yang merupakan turunan dari Mac OS klasik yaitu. HFS plus adalah file system yang kaya metadata dan case preserve. Karena Mac OS X memiliki root milik Unix, aturan Unix juga ditambahkan dalam HFS Plus. Versi terbaru dari HFS plus menambahkan journaling untuk mencegah kerusakan pada struktur file system dan mengenalkan sejumlah optimasi dalam hal algoritma alokasi dalam usaha untuk memecah file secara otomatis tanpa membutuhkan defragmenter luar.

Nama file dapat mencapai 255 karakter. HFS Plus menggunakan pengkodean Unicode
untuk menyimpan nama file. Dalam Mac OS X, tipe file dapat diambil dari type code yang disimpan dalam metadata atau nama file. HFS Plus memiliki tiga macam link: Hard Link seperti pada Unix, Link simbolis Unix, dan alias. Alias didesain untuk menangani link ke file asli meski file tersebut telah dipindah ataupun diubah namanya. Alias ini tidak diinterpretasikan dalam file system, tapi pada kode File Manager pada userland.

Mac OS X juga mendukung penggunaan File System UFS yang merupakan turunan dari  File System Unix BSD.Unix File System (UFS). UFS didukung secara asli oleh beberapa jenis sistem  operasi Unix, termasuk Solaris, FreeBSD, OpenBSD, dan Mac OS X Namun demikian, kebanyakan sistem operasi sudah menambahkan fitur khusus, sehingga detil UFS berbeda antar implementasi.Compact Disk File System (CDFS). Seperti indikasi namanya, CDFS filesistem digunakan untuk CD.



3.4.3    File system dalam platform Microsoft Windows

Microsoft Windows menggunakan file system FAT dan NTFS .File System FAT (File Allocation Table) yang didukung oleh semua versi Microsoft Windows merupakan evolusi file system yang digunakan dalam MS DOS. Selama bertahun-tahun, banyak fitur telah ditambahkan dalam pengembangannya, yang terinspirasi dari fitur serupa yang ada pada file system yang dipakai pada Unix. Versi lama dari file system FAT (FAT12 dan FAT16) memiliki keterbatasan dalam memberikan nama file, batasan dalam hal jumlah entri dalam direktori root dalam file system dan batasan jumlah maksimum partisi. Secara spesifik, FAT12 dan FAT16 membatasi nama file hanya sampai 8 karakter dan 3 karakter untuk perluasan. VFAT yang merupakan perluasan dari FAT12 dan FAT16 mulai diperkenalkan pada Windows NT dan berikutnya dimasukkan dalam Windows 95, yang mengijinkan nama file yang panjang. NTFS yang diperkenalkan bersama dengan Wndows NT mengijinkan kontrol berbasis Access Control List. NTFS juga mendukung Hard link, aliran file jamak, indexing atribut, pengecekan kuota, kompresi dan menyediakan mount point untuk file system lainnya.
Tidak seperti Sistem Operasi lainnya, Windows menerapkan abstraksi berupa drive letter pada level user untuk membedakan sebuah disk atau partisi dari yang lain. Sebagai contoh, path C:\Windows menunjukkan direktori Windows pada partisi yang ditunjukkan oleh label huruf C. Drive dalam jaringan juga dapat di-map menjadi drive letter.

3.4.3.1 Proses pengambilan data
Sistem Operasi memanggil IFS (Installable File System) manager. IFS kemudian Memanggil FSD (File System Driver) yang sebenarnya untuk membuka file yang diminta dari beberapa pilihan FSD yang bekerja untuk File System yang berbeda –NTFS, VFAT, CDFS (untuk drive optikal) dan network drive. FSD kemudian mendapatkan info lokasi kluster pertama dari file pada disk dari FAT, VFAT atau MFT (Master File Table). MFT inilah yang yang memetakan semua file pada disk dan merekan jejak di mana file disimpan.




3.4.3.2 File Identification

File format identifikasi adalah proses untuk mencari tahu format dari urutan byte. System operasi biasanya mencari tahu format dari urutan byte melalui ekstensi file ataupun melalui informasi yang terdapat pada MIME. Aplikasi forensik perlu mengidentifikasi jenis file dari konten.

3.4.3.3 Time

Data recovery merupakan bagian dari analisa forensik di mana hal ini merupakan komponen penting di dalam mengetahui apa yang telah terjadi, rekaman data, korespondensi, dan petunjuk lannya. Banyak orang tidak menggunakan informasi yang berasal dari data recovery karena dianggap tidak murni/asli/orisinil.

Setiap sistem operasi bekerja dalam arah yang unik, berbeda satu sama lain (walaupun berplatform sistem operasi yang sama). Untuk melihat seberapa jauh data sudah dihapus atau belum, perlu memperhatikan segala sesuatu yang ada dalam raw disk. Jika data yang digunakan untuk kejahatan ternyata masih ada, maka cara yang termudah adalah menguji data dengan pemanfaatan tool yang ada pada standar UNIX, seperti strings, grep, text pagers, dan sebagainya. Sayangnya, tools yang ada tidak menunjukkan data tersebut dialokasikan di mana.Contohnya, intruder menghapus seluruh system log files (dimulai dari bulan, hari, dan waktu) dari minggu pertama Januari, seharusnya ditulis untuk melihat syslog tersebut: Melalui investigasi dari sistem yang dirusak oleh intruder, sistem files UNIX yang modern tidak menyebar contents dari suatu file secara acak dalam disk. Sebagai gantinya, sistem files dapat mencegah fragmentasi file, meskipun setelah digunakan beberapa tahun.

File content dengan sedikit fragmentasi akan lebih mudah untuk proses recover dari pada file content yang menyebar dalam disk (media penyimpanan). Tetapi sistem file yang baik memiliki beberapa keuntungan lain, salah satunya mampu untuk menghapus informasi untuk bertahan lebih  lama dari yang diharapkan.

Dalam kasus Linux, sistem file extension tidak akan menghapus lokasi dari urutan pertama 12 blok data yang tersimpan dalam inode jika file sudah dipindah/dihapus. Hal ini berarti menghapus data dapat dikembalikan langsung dengan menggunakan icat dalam inode yang terwakilkan. Seperti metode data recovery lainnya, tidak akan menjamin jika data tetap ada di tempat semula. Jika file dihapus dalam sistem operasi Linux, inode’s time akan terupdate. Dengan menggunakan informasi tersebut, data dapat dikembalikan dari 20 inode pada sistem file yang dihapus.Untuk itu seringkali penting untuk mengetahui kapan suatu file digunakan atau dimanipulasi, dan kebanyakan sistem operasi mencatat timestamps tertentu yang terkait dengan file. Timestamps yang biasanya digunakan adalah waktu modifikasi, akses, dan penciptaan modification, access, and creation’, MAC), sebagai berikut:
·         Waktu Modifikasi Ini adalah waktu terakhir file diubah dengan berbagai cara, meliputi ketika suatu file ditulis dan ketika file tersebut diubah oleh program lain
·         Waktu Akses. Ini adalah waktu terakhir dilakukannya akses apapun pada file (misalnya, dilihat, dibuka, dicetak)
·         Waktu penciptaan. Ini biasanya merupakan waktu dan tanggal file diciptakan. Bagaimanapun, ketika file disalinkan ke sistem, waktu penciptaan akan menjadi waktu file dicopy ke sistem yang baru.Waktu modifikasi akan tetap utuh.

Filesistem yang berbeda mungkin saja menyimpan jenis waktu yang berbeda. Sebagai contoh, Sistem Windows menyimpan waktu modifikasi terakhir, waktu akses terakhir, dan waktu penciptaan file. Sistem UNIX menyimpan waktu modifikasi terakhir, perubahan inode terakhir, dan waktu akses terakhir, namun beberapa sistem UNIX (termasuk versi BSD dan SunOS) tidak memperbaharui waktu akses terakhir file eksekutabel ketika mereka dijalankan. Beberapa sistem UNIX merekam waktu terkini ketika metadata file diubah. Metadata adalah data tentang data; untuk filesistem, metadata adalah data yang menyediakan informasi mengenai isi file.

Jika suatu analis ingin menetapkan garis waktu yang akurat atas suatu peristiwa, maka waktu file harus dipelihara. Analis harus sadar bahwa tidak semua metode untuk memperoleh file dapat memelihara waktu file. Image bit stream dapat mempertahankanwaktu file karena dilakukan penyalinan bit-for-bit; melakukan logical backup menggunakan beberapa tool dapat menyebabkan waktu penciptaan file terubah ketika file data disalinkan. Oleh  karena itu, bila waktu file penting, harus digunakan imaging bit stream untuk mengumpulkan data.
Analis juga harus menyadari bahwa waktu file tidak selalu akurat. Beberapa alasan ketidakakuratan itu adalah sebagai berikut:
·         Jam komputer tidak mempunyai waktu yang benar itu. Sebagai contoh, jam mungkin tidak selalu disinkronisasi secara teratur dengan sumber waktu resmi
·         Waktu tidak mungkin direkam dengan tingkat detil yang diharapkan, seperti menghilangkan detikatau beberapa menit
·         Penyerang mungkin telah mengubah waktu file yang direkam.

                                       http://riverc0de.wordpress.com/2011/10/26/disk-forensic-part-3/
(INDRA OKTADWIYANTO)